25 Juni 2009
Politik di Indonesia
Akhir-akhir saya sering menonton berita di tv yang memberitakan tentang penggusuran lahan yang diakui milik pemerintah tapi digunakan oleh masyarakat sebagai rumah tempat tinggal ataupun sebagai pasar. Dalam setiap penggusuran selalu terjadi perlawanan oleh masyarakat penghuni tanah tersebut yang tidak terima bahwa lahan yang telah ditempatinya selama bertahun-tahun bahkan sampai beranak cucu dibongkar atau dirubuhkan secara paksa oleh petugas satpol PP. oleh kaum pria perlawanan dilakukan dengan menggunakan otot mereka sedangkan par kaum wanita dan ibu-ibu lebih banyak menangis dan berteriak-teriak bahkan ada yang sampai berani melawan petugas berwajib. Dari teriakan-teriakan para wanita ini saya berhasil menemukan suatu fakta tentang politik yang selama ini terjadi pada rakyat kurang mampu. Kira-kira begini cuplikan yang berhasil saya tangkap dari kata-kata yang dikeluarkan oleh ibu itu “ ternyata begini cara main orang-orang di atas sana. Saat kampanye mereka memberikan kami imbalan dengan iming-iming suatu kebebasan tapi ketika mereka sudah berada pada singsananya meeka lupa melupakan kami dan menjadikan kami sebagai umpan agar memperoleh tempat yang lebih teratas lagi”. Dari sini saya mengambil kesimpulan bahwa money politik di Indonesia itu benar-benar ada. Bahkan yang menjadi korban adalah orang-orang kurang mampu seperti itu. Dalam tulisan ini saya menghimbau kepada temen-temen semua jangan hanya disebakan oleh beberapa lembar lima puluh ribuan kalian menjual diri kalian dengan memilih orang atau partai tertentu. Ingatlah akibat yang akan ditimbulakn akan terjadi dalam 1 – 4 tqahun ke depan. Jangan hanya dengan iming-iming kepuasan sesaat kalian mengorbankan hidup kalian dalam beberapa tahun ke depan. Aarrrgghhh,, sebenarnya saya malas bicara politik. Kalo kata bang Iwan Fals politik hanya permainan orang-orang busuk mungkin benar adanya. Tapi, dengan politik kita dapat mengetahui nasib kita dan Negara kita di masa depan. Saya paling jijk melihat orang-orang “baru” yang bermain politik. Mereka memang orang yang “bersih” dan mereka memang tahu kekurangan-kekurangan yang ada dalam negeri ini tapi ketika mereka tidak punya planning untuk memperbaikinya. Sok ikut-ikutan ngomong-ngomong politik padahal mereka hanya bisa melihat kekurangan-kekurangan lawan tanpa mau membenahi kekurangan dalam dirinya. Satu lagi hanya paling benci melihat aktivis-aktivis yang tidak konsisten dalam memperjuangkan ideologinya. Ketika menjadi aktivis dia berani berkoar-koar di jalanan tapi ketika dia diambil oleh suatu partai dan diberikan jabatan dia pun menghilang dan berlindung di dalam ruangan dingin ber AC-nya. Kalo memang mereka berniat mempersatukan Indonesia kenapa ada 40 lebih partai politik. Seharusnya mereka mempersatukan diri menjadi satu dulu baru berani ngomong tentang Persatuan. Ketika ada yang tidak sepaham, mereka pun mengundurkan diri dan membentk partai baru. SH*T. Sampai kapan Indonesia dijajah oleh orang-orang yang memiliki jiwa ngambekan seperti ini. Sama seperti anak kecil yang dimusuhi oleh temannya dan dia pun membentuk koloni baru untuk memusuhi teman yang memusuhinya tadi. Sehingga orang-orang yang tidak tahu permasalhan pun akhirnya ikut-ikutan membenci padahal dia sama sekali duduk permasalahan yang sebenarnya. Semoga dalam PEMILU 2009 ini terpilih seorang tokoh yang dapat dipercaya oleh sebagian besar orang di Indonesia dari segala etnis, ras, suku, dan agama. Hopelly happen dude.
Cara Mencuri yang baik dan benar.
Setelah meluapkan kekesalan di Rumah COklat akhirnya emosi saya sedikit reda setelah apa yang diperbuat oleh ustad berbaju serba putih. Tapi pulang dari sana saya mengalami kejadian unik lagi. Tepat di depan mata saya sekitar 5 (lima) meter di depan saya melihat sebuah tindakan criminal yaitu penjambretan oleh dua orang pria menggunakan motor khusus penjambret yaitu RX-King sedang berusaha mengambil sebuah tas milik seorang wanita di depan NAV Karaoke di Jogjakarta. Saya kurang tahu nama jalannya apa,karena saya baru pertama kali melewati jalan itu. Wanita itu berusaha mempertahankan tasnya dan akhirnya kalah sehingga terjatuh kemudian penjambret ini berusaha melarikan diri. Sempat kepergok warga namun,ketika sudah dekat warga saya rasa ada yang aneh sehingga penjambret dapat melarikan diri. Padahal saya rasa jarak warga yang jumlahnya memang tidak terlalu banyak seharusnya dapat menjangkau penjambret itu karena saat itu motor penjambret itu sedikit ngadat. Sepertinya ada yang aneh dalam hal itu. Akhirnya kami yang waktu itu berlima turun untuk menolong wanita itu. Saya menyingkirkan motornya ke pinggir jalan. Ketika teman saya parkir ada seseorang yang mau meminjam motor kami yang akan dipergunakan untuk mengejar penjambret itu. Namun oleh teman saya ditolak dengan alasan motornya tidak kuat untuk mengejar motor dengan kecepatan. Setelah membawa korban ke pinggir sambil melihat kondisinya,kami pun pamit pulang. Tak disangka hanya beberapa meter dari situ kami melihat motor penjambret itu sedang dituntun menuju pos satpam di sebuah universitas. Kami pun berbalik arah saya berdua ikut masuk ke pos satpam itu sedangkan tiga orang teman saya lain kembali ke tempat kejadian untuk membertahu orang-orang di sana bahwa kami berhasil menangkap pelakunya. Dengan sedikit rasa takut saya masuk dan berbicara dengan para pelaku tadi. Seseorang berbicara sedikit memlas kepada kami bahwa dia mengakui semua perbuatannya dan dia mau bertanggung jawab. Tapi dia mengelak disebut menjambret,dia sebenarnya hanya menabrak dan karena takut dikeroyok massa makanya dia melarikan diri. Setelah teman saya datang membawa korbannya ternyata terdapat ornag yang mengenal para pelaku itu. Orang itu adalah orang yang ingin meminjam motor kami untuk mengejar pelaku penjambretan tadi. Untung di sana terdapat intel yang sedang berpatroli sehingga masalah ini dibawa ke kantor. Setalah di jalan baru kami sadar modus dari penjambretan ini. Begini ketika mereka menjambret lalu berusaha melarikan diri dari awal ada orang yang menjadi provokator untuk mengejar penjambret orang itu adalah orang yang mau meminjam motor kami tapi ketika motor ini ngadat orang ini melambat langkahnya untuk memberi kesempatan para penjambret melarikan diri otomatis karena provokatornya diem orang-orang di belakangnya pun memperlambat langkahnya. Kemudian orang ini mau memimjam motor kami, dengan alasan mau mengejar pelakunya. Kalau saja kami memberikan pasti para penjambret ini serasa menyelam sambil minum air. Pasti motor kami akan langsung dilarikan olehnya. Ketika kami memberitahu bahwa kami telah menangkap pelakunya orang itu dengan terang-terangan mengakui bahwa pelaku-pelaku itu adalh temannya. Dan dia berani mengatakan bahwa temannya adalah orang baik-baik dan dia berani menjaminnya. Untung aja ada seornag intel yang bersifat netral sehingga kejadian ini diproses ke kantor polisi. Karena dilihat dari kondisi motornya yang sudah pretelan saya yakin orang-orang itu dari awal memang berniat menjambret. Padahal awalnya saya sedikit percaya bahwa dia hanya menabrak dan berusaha kabur untuk menghindari keroyokan massa. Beginilah salah satu modus criminal yang terjadi di jalanan.
Langganan:
Postingan (Atom)



