Lowrider Bike
Dari dulu saya memang menyukai hal-hal yang aneh. Hal-hal aneh yang saya maksud adalah sesuatu yang hanya disukai oleh segelintir orang (minoritas) bukan hal-hal yang disukai oleh orang banyak (minoritas). Ketika sepeda ini masuk ke daerah saya, timbul niat saya untuk memilikinya. Dari bantuan seorang teman, akhirnya saya mendapatkan Frame dari sepeda ini, dan dengan perjuangan keras tanpa mengenal lelah jadilah sebuah Lowrider Bike Custom.
Ketika mas buset, mba niken, dan mba pustika sedang merapatkan lomba mading yang digelar oleh BEM FTI ITS mereka menginginkan menggunakan sepeda lowrider saya dalam madingnya. Dengan mengambil tema “Teknologi Ramah Lingkungan” majulah mereka mewakili jurusan Teknik Mesin ini dalam lomba tersebut. Walaupun saya bukan anggota Dimensi, namun saya tetap membantu mereka. Bukan karena mereka memakai sepeda saya, tetapi memang ada suatu hal yang membuat saya tertarik di sana. Unbelieveable dalam lomba tersebut kita mendapatkan juara Favorit dan berhak mendapatkan piala, sertifikat, dan sejumlah uang. Ketika itu, saya diberikan kesempatan untuk menerimanya secara resmi dan sambil mengendarai sepeda saya maju untuk menerima hadiah tersebut. Menurut saya, hal ini sangat membanggakan karena proyek itu hanya dikerjakan dalam waktu satu hari dalam suasana hujan deras. Sungguh prestasi yang menggembirakan.
Tujuan saya membuat sepeda ini buka hanya sekedar untuk “gaya-gayaan’ atau Heidon (foya-foya) tapi ‘kita’ mempunyai misi untuk mengkampanyekan program Bike To Work yaitu sebuah progaram untuk menganjurkan agar kita menggunakan sepeda untuk beraktifitas sehari-hari. Program ini dicanangkan oleh beberapa orang guna menanggulangi isu Global Warming sedang banyak diperbincangkan saat ini. Salah satu penyebab Global Warming adalah dari gas buang kendaraan bermotor. Untuk menarik minat masyarakat maka digunakanlah sepeda ini sebagai iconnya. Karena tidak ada alasan untuk mengendarai sepeda motor lagi jika telah memiliki sepeda seperti ini. Dalam artian bukan sebegitu ekstrim tapi kita akan berinisiatif jika ingin berpergian ke suatu tempat atau daerah yang masih dapat jarak yang masih dapat dijangkau, kita akan memilih untuk mengendarai sepeda pancal sebagai alat transpotasi. Jika hal ini sudah tertanam di benak orang banyak maka otomatis minimal akan mengurangi polusi udara yang ada di bumi ini. Lagipula bersepeda merupakan sebuah olahraga yang menyehatkan, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan ini akan sangat menguntungkan bagi diri kita dan bagi orang lain. Memang tidak harus sepeda lowrider, tapi dapat kita ambil benang merah dari kegiatan ini.
Akhir kata saya ucapkan terima kasih kepada temen-temen Dimensi atas pengalaman dan ilmu-ilmu yang telah kalian berikan untuk saya selama ini, semoga kita dapat bekerja sama lagi di lain kesempatan.VIVAT MESIN!!!
06 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar