Masih di jogja tanggal 31 Januari 2009. hari ini saya bersama teman-teman berencana ke daerah deket Universitas Gajah Mada (UGM) untuk sekedar hang out sambil main kartu dan menikmati aneka coklat dan ice cream ke "Rumah Coklat". Damn! Tara yang udah janji dari jam 3 melalui telepon baru datang jam 7 malam. Anjrit,terus baru datang dia sama ceweknya. Sampe di tempat penjemputan hanya sekitar 15 menitan terus dia pamit untuk makan malem bersama cewenya. Sialan, gue dikerjain. Akhirnya setelah nonton Termehek-mehek saya memutuskan untuk mandi dan berencana pergi bersama Agung. TAk berapa lama saya berangkat bertiga bersama temennya Agung untuk makan dulu. Kami makan di daerah Terminal, kemudian temannya Agung berniat langsung pulang dan tidak ikut bersama kami. Anehnya, saat Agung berpamitan bersama temannya dia berteriak-teriak serasa di hutan dengan frekwensi 120 db. Serasa di Hutan,lucunya lagi setelah berpamitan itu kami berhenti di traffic light. Otomatis, seluruh penghuni yang sedang menunggu lampu merah melihat ke arah kita semua. Tapi saya cuek aja,emang teman saya ini boleh dikatakan tipe orang yang sangat emosional (dalam arti sebenarnya yaitu dapat meluapkan emosi secara berlebihan, saat senang bisa sangat senang dan saat marah). Kemudian kami berangkat ke tujuan kami semula yaitu Rumah Coklat. Sampe disana ternyata tempatnya penuh. Seorang satpam memberitahu kami bahwa kami belum dapat masuk di sana dan dipersilahkan untuk datang beberapa menit lagi. Lalu kami berhenti di bundaran UGM , sampai di sana kami bertemu teman dan sambil menunggu Tara kami menghabiskan waktu dengan bermain kartu.
Lagi enak-enaknya main dari kejauhan terlihat seorang memakai pakaian serba putih menuju ke arah kami . Perasaan saya sudah ga enak tapi saya pikir orang itu hanya akan memberikan wejangan oleh sebab itu saya tetap bermain kartu. Ternyata sampai di dekat kami orang itu langsung mengambil beberapa kartu lalu orang itu ngomong “kira-kira kegiatan ini bermanfaat ga?? Ada ga kuliahnya bermain kartu?? Daripada melakukan hal yang tidak berguna ,mending mas-masnya pulang tidur di rumah!! ” Jan**k! Siapa sih orang ini, dateng2 sok banget ngurus orang lain,kami ga terima lalu agung ngmong “Pak,di sini saya cuma main kartu. Sambil nunggu temen datang. Setelah temen saya datang saya akan pulang. Lagian kita di sini bukan judi. Ini juga ka nada olahraganya dan diakui oleh KONI Pusat.” “Bridge!” saya menimpali. Tapi orang itu tetep tidak terima,dia memaksa, bahkan orang yang sedang foto-foto di sana pun dimarahi. Tapi klimaknya ketika dia mencoba mengusir anak-anak yang sedang bermain sepeda BMX. Kebetulandi sana terdapat seorang cewe berjilbab yang sedang berkumpul bersama cowo-cowo pemain sepeda BMX. “kamu itu cewe, bejilbab lagi,kenapa malem-malem masi berkeliaran di luar rumah. Lebih baik kamu pulang sekarang!”kira-kira begitulah kata-kata orang itu. Tapi dasar cewe yang tomboy pasti dia ga mau kalah. Dibaleslah oleh cewe itu “Pak,otoritas bapak tu sapa mau nyuruh-nyuruh saya. BApak saya aja ngasi ijin, Tapi siapa bapak ko berani merintah-merintah saya?!!” Kebetulan saat itu saya yang lagi emosi udah mau pulang jadi saya tidak terlalu mengikuti adu argument antara dua orang tersebut. Tapi dari kejauhan saya lihatanak-anak sepeda membubarkan diri begitu pula orang itu berjalan menjauhi para pemain sepeda itu. Perkiraan saya dia sedang mencari mangsa lain lain.
Melihat peristiwa itu saya jadi ingat ketika saya masih duduk di bangku smp saya selalu protes ketika orang tua saya memarahi saya ketika saya berbuat salah. Kenapa sih dari kecil saya selalu dimarahi?? Sampai ketika guru smp saya bercerita bahwa pada saat smp ini adalah saatnya saya menuju masa akil balik,yaitu masa menuju dewasa. Masa dewasa adalah ketika kita sudah bias membedakan mana yang baik dan mana yang kurang baik. Ketika kita harus melakukan sesuatu berdasarkan apa yang kita yakini. Intinya Lakukanlah apa yang kamu anggap paling benar. Dari sini saya ingin mengubah konsep itu. Seharusnya adalah lakukan apa yang kamu aggap benar dan terbaik tanpa merugikan orang lain. Memang benar apa yang diperbuat orang tadi (menurut dia) tapi benar juga ketika cewe tadi memprotes karena dia sudah mendapat ijin dari orang tuanya. Seharunya ketika seseorang melakukan sebuah kegitan ataupun mengambil sebuah keputusan sudah semestinya kita tetap mensupport asal kegiatan tersebut positif dan tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Ketika ada seorang atau lebih ada yang merasa dirugikan barulah kita bias bertindak. Tapi peristiwa tadi bukanlah suatu alasan kita dapat main hakim sendiri atau mau menang sendiri. Kalo dalam pelajaran Kewarganegaraan itu berbunyi “Utamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan sendiri!” . Kita udah reformasi, kebebasan hak asasi harus diutamakan. Buat bapak yang tadi yang merasa saya memberikan wejangan seharusnya bapak bertanya pada diri anda “kira-kira kegiatan ini bermanfaat ga?? Ada ga kuliahnya membuat orang merasa kesal?? Apakah bapak senang memiliki banyak orang yang kurang senang kepada bapak?? “.
01 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar