01 April 2009

jogja Experience (part IV)

Selama beberapa hari di jogja saya selalu mengalami kejadian unik. Kejadian selanjutnya adalah ketika hari terakhir saya di jogja. Saya berniat membeli oleh-oleh untuk di bawa kembali ke Surabaya tapi tiba-tiba di tengah perjalanan ban motor kami pecah di area UGM. Pada saat itu hujan rintik-rintik. Teman saya meminggirkan motor dan bertanya pada tukang tukang fotokopi dimana letak bengkel tambal ban terdekat. Dia mengatakan dekat hanya 100 meter ke timur kami akan menemukannya. Setelah berjalan sebentar akhirnya kami menemukannya. Tempatnya sangat kecil, kumuh, tamapk beberapa motor dan mobil bermerek lma di sana. Waduh, yang punya bengkel pasti Rock ‘ n Roll sekali. Di sana terdapat motor BMW dengan stater kaki di kiri, motor 70-an, mobil Holden klasik yang sudah lama saya taksir, dan beberapa motor vespa. Dari sini saya yakin bengkel ini sangat bagus dan menarik. Tapi keyakinan saya sedikit pudar ketika kami menyerahkan motor untuk ditambal bannya. Setelah memisahkan antara ban dalam dan ban luar saya sedikit terkejut. Ternyata dia mengetahui lokasi bocornya ban saya hanya dengan menggunakan tangan. Biasanya yang saya tahu, mereka mengeceknya dengan memasukkan ke dalam air. “Anjrit, sakti banget ni orang”saya pun mulai terheran-heran. Dan keheranan saya belum selesai sampai di situ, ketika dia mulai mau membakar ban saya mulai terkejut lagi,ternyata dia membakar ban saya dengan posisi api di atas. Saya sempat bertanya kepada teman saya apakah semua tukang tambal ban di jogja seperti ini. Dia bilang tidak tahu. Anjrit, saya kurang tahu dia mendapat ilmu dari mana saya aja yang pernah mengambil mata kuliah Perpindahan Panas di kampus merasa sangat heran. Sampai keheranan saya berubah menjadi kekesalan. Ternyata waktu yang diperlukan untuk pembakaran lebih dari satu jam. Dan itu belum selesai. Padahal kereta saya berangkat jam 4 sore. Ditambah hujan turun sangat deras. Saya mulai merasa tidak enak. Akhirnya dia pun selesai membakar ban. Tapi karena hujan deras dia pun mulai kesulitan memasang kembali ban saya. Dia pun memindahkan motor saya sedikit ke dalam agar mudah dipasang tanpa kesulitan. Tapi lagi-lagi kekesalan terjadi, karena situasi di sana sedikit banjir, alhasil ban luar saya pun kemasukan air yang menggenang. Anjrit ni orang, pasti tamat SD langsung masuk SMK Pariwisata terus langsung ke-DO, sama sekali ga punya prinsip keteknikan yang biasa dimiliki oleh mekanik. Setelah ban dalam saya dimasukkan ke dalam ban luar kesialan kembali terjadi. Ternyata MATI LAMPU!! Oh Tuhan, cobaan berat apa yang kau berikan kepada hambamu. Oleh sebab itu compressor untuk memompa angin pun tidak bisa digunakan. Saya tahu itu, saat akan dipompakan ternyata anginnya tidak mau masuk. Tapi dia malah membuka kembali ban dalam saya dan mencoba mengeluarkan sesuatu dari ban luar saya. Saya yang dari tadi udah tidak sabar menahan kesal akhirnya bertanya ”ada apa mas? Ko dikeluarin lagi?” masnya dengan cuek jawab ”ini ada paku, tadi saya sudah buang, jadi bannya mau ditambal lagi!” teman saya menyambung “mana pakunya mas?”Tanya teman saya sedikit tidak percaya. “sudah saya buang tadi,sudah hilang!”.”mung kin anginnya habis mas!” lanjut teman saya. Dia pun sedikit sadar, dan akhirnya meminjam tangan. Dalam keaadaan hujan deras seperti itu saya kurang tahu dia meminjam pompa dimana, yang saya tahu sekitar lima menitan dia datang dengan membawa pompa tangan. Dia pun berpura-pura mengecek kembali ban luar kali ini dengan menggunakan seember air, dan dia pun berkata “iya mas, bannya gad a yang bocor lagi, pasti udara kompresornya habis.” Yaiyalah, JAN**k.. dan akhirnya selesai sudah penderitaan saya selama lebih dari satu jam tapi ketika melihat jam ternyata sudah pukul 03.20. sialan, kalo begini caranya saya ga jadi belanja oleh-oleh untuk di bawa ke Surabaya, akhirnya saya memutuskan untuk makan dulu di pinggir jalan. Dari sini saya berpikir bahwa kata-kata “don’t judge the book from it’s cover” itu ada benarnya juga. Semula saya berpikir bahwa inilah bengkel idaman saya dimana dipenuhi oleh barang-barang klassik dan sangat menghibur saya ternyata belum menjamin bahwa tempat tersebut memiliki servis yanm baik.Jam 03.40 kami pun berangkat ke stasiun. Ternyata kami tepat waktu,di stasiun kami sempet mengobrol sebelum akhirnya kereta saya harus berangkat. Terima kasih buat teman-teman saya di Jogja,saya mendapat banyak sekali pelajaran baru tentang kehidupan di sana. hari-hari itu tidak akan pernah saya lupakan. Walaupun hanya sebentar tapi saya punya banyak cerita untuk ditulis dalam blog ini. Saya tunggu kedatangan teman-teman di Surabaya.
Best Regard .

Tidak ada komentar: